Posted by: arektroloyoasli on: April 15, 2009
“!$Μ@¥#$”
Awal Dari Semua
By : ABCD Smata
Dalam kesendirian ini ada gulau yang menghantui, ada segunung harapan yang coba menyamarkan hati. Ketegaranpun kini mulai memudar saat terlintas bayangan masa lalu yang mengiris kalbu.
Semua berawal dari bujukan Ita, kakak sepupuku yang mengajak aku keluar menemui teman-temannya. Saat itu Ita bilang, salah satu dari teman-temannya, ada yang dia sukai. Namanya Tony, cowok tajir yang cuek tapi mempunyai hati yang baik.
Minggu siang, aku dan wida yang juga sepupuku pergi keluar dengan mengendarai motor. Ditengah perjalanan, terdengar sapaan dari seseorang. Akupun segera menghentikan motorku dan melihat siap yang menyapaku tadi.
“Pa, anterin aku kerumahnya Rahma dong” ! kata seseorang kepadaku.
Saat itu aku tercengang dan terdiam, karena aku tidak mengenalnya dan anehnya dia mengenalku. Tapi ketika aku menorehkan pandangan pada seseorang yang ada disebelahnya, cowok yang hanya duduk diam sambil memegang sebuah Hp ditangannya. Ternyata dia adalah Tony, cowok yang disukai sepupuku Ita.
Akhirnya aku dan Wida mengantar Tony dan temannya yang kuketahui bernama Ahmad kerumah Rahma, yang juga adalah teman sekolahku, sesampainya disana, aku langsung meninggalkan Tony dan Ahmad. Tidak lama setelah itu aku pergi, tiba-tiba dari belakang ada seseorang yang menyuruhku untuk berhenti. Tidak disangka Tony dan Ahmad mengikutiku, kamipun ngobrol ditengah keramaian jalan.
“Tata, Aku No Hp kamu boleh gak?” tanya Toni sambil mengambil Hp dari sakunya sambil memberi nomor Hp, akupun bertanya padanya “Kenapa kamu tadi nggak mampir kerumahnya Rahma, bukannya kamu pengen tau, tapi si Ahmad yang pengen kesana<”, sahutnya sambil menepuk pundak Ahmad.
Setelah pertemuanku dengan Tony waktu itu entah kenapa kami semakin dekat. Tiba pada suatu malam, saat itu aku sedang bermain komputer. Tiba-tiba telfon rumahku berdering. Ternyata itu dari Tony. Aku nggak tau dari mana dia bisa dapat no telfon rumahku. Aku tanya dia malah jawa”Apa sich yang gak aku tau”, saat dia bilang kayak gitu, aku tersenyum sambil menyimpan rasa sebelku sama dia.
“emang ada apa Ton, kok kamu telfon ? mau tanya tentang Ita ya? Atau tentang Rahma?”.
“Aku nggak pengen tanya apa-apa tentang mereka. Oya ta, aku sekarang ada di wartel nich, diluar lagi hujan, aku habis dikejar polisi”……
Aku pikir ada apa, nggak taunya Cuma mau curhat kalau habis dikejar sama polisi. Tapi aku seneng, karena suasana dirumah lagi sepi, setidaknya ada teman yang menemani aku dan bisa ngusir rasa bosanku.
Semakin hari, kami semakin akrab. Sampai pada suatu hari, kami tidak sengaja bertemu dijalan. Toni mengikutiku sampai didepan rumah Wida. Aku terkejut dan juga bingung ketika dia bertanya padaku.
“Ta, kamu sedang sakit ya?” Secara spontan akupun mengangguk dan menjawab
“ya”………..Padahal aku sehat-sehat aja.
Setelah itu Toni pergi. Tidak lama kemudian, aku yang sedang terbaring ditempat tidur, terbangun oleh suara Wida. Dia bilang Toni dan temannya datang, mereka menunggu diruang tamu. Aku nggak nyangka karena kebohongan yang nggak kusengaja, Toni datang lagi menemui aku. Akhirnya aku dan Toni bicara berdua disebuah kursi panjang dekat pintu.
“Ton, kamu dapat salam tuh dari mbak Ita, dia suka ma kamu”. Kataku mengawali pembicaraan pada siang itu.
“udahlah nggak usah bahas tentang itu lagi”
“Ya nggak bisa dong, kamu harus tegas atau kamu suka sama Rahma lagi?”.
“Aku nggak suka sama mereka berdua, Tata…… yang aku suka Cuma kamu”.
Saat dia mengatakan dia suka padaku, aku jadi heran, dia itu sadar apa nggak ya ngomong kayak gitu. Ya aku anggap aja dia Cuma bercanda, akupun tertawa. Tapi setelah dia bernyanyi sambil memegang tanganku aku jadi terdiam.
“Dari hati yang paling dalam”, terucap kata cinta untukmu yang telah lama inginku katakan sungguh ….. aku cinta kamu.
Ketika itu, aku tak percaya dengan apa yang ku alami. Apa ini nyata atau hanya sebuah mimpi sambil menatapku dia bilang …..
“Maukah kamu jadi pacarku”……………. aku merasa tersanjung banget dengan semua yang sudah dia lakukan untukku.
Tapi hanya dengan senyuman, aku bisa menjawab pertanyaanya dan dalam detik itu, Ismayos menjadi awal dari cerita cinta dan kebahagiaan kami.
Hari-hari yang kulalui begitu indah bersamanya. Setelah dua bulan kami bersama tibalah saat kenaikan kelas, aku naik kelas 3 dan dia melanjutkan SMA. Satu minggu sebelum mata pelajaran dimulai, kami menghabiskan waktu bersama mengisi liburan. Malam itu, aku nggak tau apa sebenarnya yang terjadi yang ku tau dari Wida, Tony akan pergi melanjutkan sekolahnya jauh dari aku. Waktu itu aku nggak percaya dengan semua yang kudengar
Seminggu kemudian, satu hari sebelum liburan berakhir, Tony datang kerumahku. Hatiku sangat hancur mendengar ucapan perpisahan darinya “Apa itu berarti hubungan kita juga berakhir sampai disini Ton?.
Aku ingin kau menunguku, sampai aku kembali untukmu”
Dalam hati aku bertanya, apa aku sanggup menjalin hubungan diantara begitu lebar jarak yang memisahkan tapi Tony mencoba meneguhkan hatiku, dan entah mengapa aku percaya saat dia bilang “Tunggulah aku …… dan aku akan selalu mencintaimu”, hanya kata-kata itulah yang mampu menenangkanku disaat kesendirianku menikamku.
Jum’at, 22 Juli 2005, hari dimana aku berpisah dengan Tony sehari setelah kepergian Tony malam harinya pada malam ke-4 dia disana, sepanjang malam itu dia selalu menelpon aku. Betapa senangnya aku walaupun dia jauh, tapi cinta dan hatinya masih bersamaku. Dua minggu tlah berlalu, tidak ada kabar apapun dari Tony, aku cemas dan kangen banget sama dia, tapi akhirnya ia telfon juga. Kemudian dia mulai bicara sesuatu yang menyentuh hatiku. “Maafin aku yach, aku nggak bisa buat kamu senang, sebagai cowokmu, seharusnya aku selalu ada buat kamu, tapi aku hanya bisa membuatmu sedih karena harus menungguku yang jauh darimu”.
Tidak terasa, waktu berputar begitu cepat. Selama satu tahun kami bersama dalam suka maupun duka. 15 Mei 2006, untuk kedua kalinya Tony melantunkan lagu itu, lagu dimana dia menyatakan isi hatinya. Walau terkadang aku dan dia mengalami saat-saat yang paling sulit, tapi tidak terlintas sedikitpun dalam benak kami untuk mengakhiri kisah ini.
Sampai pada waktu Tony tidak mau lagi sekolah disana. Saat itu, tepatnya pada hari minggu pagi, dia mengajakku kerumah neneknya. Aku merasakan betapa sulit masalah yang dihadapi Tony. Pada akhirnya dia memutuskan untuk pulang. Ketika menjemput aku pulangs ekolah, saat itulah untuk terakhir kalinya aku merasakan cinta darinya. Setelah dua minggu kepindahannya, aku tak pernah tau bagaimana dan apa yang terjadi padanya. Disaat kami bertemupun, sikapnya begitu dingin padaku. Beribu rasa curiga datang mengisi pikiranku. Aku tak sanggup membayangkan kehilangan orang yang kucintai untuk kedua kalinya.
Pulang sekolah, aku bersama Wida. Ditengah jalan Wida mengagetkan aku dengan teriakannya.
“Ta, liat !!! itu kan Tony ….”
“Oya, mana mbak ?”
Akupun menorehkan pandangan pada jari telunjuk Wida yang mencoba memberi tau dimana Tony. Seketika petir serasa menyambarku, saat kau lihat Tony bersama seorang gadis, dengan begitu mesranya. Hatiku hancur berkeping-keping melihat kenyataan itu. Dan kehancuran itupun benar-benar datang dalam kisah ini.
Jum’at 2 February 2007, 3 bulan sebelum tanggal 15 Mei. Siang itu adalah akhir dari kisah panjang ini. Tony berada dekat denganku, tapi aku merasa sangat jauh darinya. Tanpa ragu, aku tuangkan seluruh kegundahanku padanya, yang duduk disebelahku.
“Aku pernah melihatmu jalan berdua ma cewek lain, aku pengen kamu jujur, apa kamu punya cewek lain selain aku, Ton?”.
Awalnya dia diam dan tidak mengakui semua kebenaran itu, tapi setelah aku terus mendesaknya akhirnya dengan nada membentak dia mengakui semua itu. Ketika mendengar jawaban Tony yang menyayat hatiku, aku langsung menamparnya. Aku sendiri nggak tau kenapa aku bisa menampar orang yang paling aku cintai.
Aku membuang semua benda yang berhubungan dengan dia. Agenda itu, adalah saksi bisu dima kami pernah bersma, menciptakan mimpi-mimpi indah. Tapi mimpi menjauhkanku dari kenyataan hidup.
Lautan cinta yang pernah ada, mungkin kini telah mengering untukku hanya tangis yang menyertai, bila aku sedang merindunya. Dan hanya senyum palsu yang dapat sembunyikan luka dihatiku.
“Pernah ada rasa cinta antara kita”
Kini tinggal kenangan …
Ingin ku lupakan semua tentang dirimu
Namun bayangmu selalu ada dalam
Setiap langkahku …
“Jauh kau pergi meninggalkan diriku
Disini aku merindukan dirimu
Kiniku coba mencari penggantimu
Namun tak lagikan seperti
Dirimu Oh kekasih …
“!$Μ@¥#$”
(15 Mei 2005)
By Devie